Category: Olahraga

Olahraga untuk penderita arthritis sangat diperlukan untuk proses penyembuhan. Arthritis atau radang sendi merupakan salah satu penyakit yang menyerang kesehatan sendi sehingga membuatnya terasa sakit. Karena kondisi sendi yang sakit inilah membuat para penderitanya takut untuk berolahraga. Padahal, olahraga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Ternyata olah raga dengan jenis yang tepat juga jutsru sangat dianjurkan oleh para penderita arthritis.

Jenis Olahraga Untuk Penderita Arthritis yang Tepat

Memang tak semua jenis olahraga aman dilakukan oleh para penderita radang sendi. Jangan jadikan radang sendi sabagai penghalang untuk melaksanakan beragam aktivitas termasuk olahraga. Berikut ini adalah beberapa jenis olah raga yang baik dilakukan oleh penderita radang sendi:

  • Berjalan di Dalam Air
    Olahraga ekstrim tidaklah dianjurkan oleh penderita arthritis. Salah satu jenis olahraga untuk nyeri sendi lutut yang mudah dan ringan dilakukan namun memberikan efek yang sangat positif adalah berjalan di dalam air. Saat melakukan olahraga ini, lakukan gerakan jalan layaknya sedang berjalan di atas permukaan tanah. Tapakkan seluruh permukaan kaki dari tumit hingga ujung kaki. Supaya keselematan tetap terjaga, gunakan alat pelampung.
  • Berenang
    Berenang juga merupakan salah satu jenis olahraga air yang sangat pas dilakukan oleh penderita arthritis. Olahraga renang dapat menjaga kestabilan berat badan dan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Beberapa gaya dalam olahraga berenang yang baik untuk pengobatan radang sendi antara lain gaya bebas, gaya dada dan gaya punggung.
  • Lari Kecil di Dalam Air
    Selain berjalan di dalam air, jogging, atau lari kecil di dalam air juga dapat dijadikan olahraga air untuk nyeri sendi yang tepat. Jenis olahraga ringan lain yang dapat dilakukan di dalam air selain jogging adalah sit up. Namun sebelum melakukannya, konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter supaya tidak beresiko fatal.
  • Aerobik Air
    Aerobik tak hanya dapat dilakukan di daratan. Di dalam air pun aerobik dapat dilaksanakan. Yang perlu dilakukan sebelum melakukan olahraga ini di dalam air adalah melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu. Mulailah gerakan-gerakan aerobik yang ringan atau dasar dahulu di kolam yang dangkal. Tambah ritme dan kedalaman air secara bertahap untuk hasil yang maksimal. Apabila lutut sakit saat olahraga jenis ini, istirahatlah sejenak. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pemanasan yang dilakukan yang menyebabkan sendi atau tulang terkejut.

Manfaat Olahraga Air Bagi Penderita Arthritis

Setelah mengetahui beberapa jenis olahraga khususnya olahraga air yang bermanfaat bagi para penderita arthritis, simaklah beberapa manfaatnya berikut ini:

  • Dapat Mengurangi Nyeri
    Salah satu keluhan yang banyak dirasakan oleh penderita artritis adalah rasa nyeri yang hebat di persendian. Rutin berolahraga di dalam air dapat mengurangi rasa nyeri secara optimal.
  • Meningkatkan Fleksibilitas
    Olah raga dalam air juga sangat mampu meningkatkan fleksibilitas gerakan tubuh serta membuat rentang gerakan tubuh menjadi lebih banyak. Hal ini tentu dapat memaksimalkan aktivitas sehari-hari.
  • Memaksimalkan Fungsi Sendi
    Tidak berolahraga sama sekali justru dapat memperburuk kondisi radang sendi. Pilihan olahraga yang tepat justru mampu memaksimalkan fungsi sendi dan semakin menyehatkannya.
  • Membuat Otot Semakin Terlatih
    Air mampu membuat resistensi alami pada saat Anda menggerakkan tubuh. Hal ini mampu membuat kinerja otot semakin terlatih dengan beban tanpa membutuhkan alat layaknya berolahraga di daratan.

Pendapat bahwa olahraga dapat memperparah radang sendi tidaklah benar. Olahraga yang tepat seperti beberapa jenis olahraga air di atas dapat dijadikan olahraga untuk penderita arthritis yang tepat. Kinerjanya justru membantu mengurangi nyeri bahkan dapat dijadikan terapi penyembuhan.

Kesehatan Olahraga

Ternyata ada dampak negatif olahraga terlalu berat yang dapat terjadi kalau tidak diwaspadai. Memang olahraga sangat baik dan bahkan sering direkomendasikan oleh para ahli, namun semua hal yang dilakukan secara berlebihan bisa berakibat buruk dan begitu pula dengan olahraga. Jika Anda terlalu sering berolahraga berat, rupanya hal tersebut tidak baik bagi sistem pencernaan. Penjelasannya di bawah ini.

Efek Negatif Olahraga Terlalu Berat Terhadap Sistem Pencernaan

Berdasarkan sebuah penelitian, dikemukakan bahwa olahraga yang terlalu berat misalnya 2 jam setiap hari bisa berakibat buruk pada sistem pencernaan. Aktivitas olahraga yang terlalu berat dapat merusak sel-sel di usus kita sehingga dapat membuat gangguan pada sistem pencernaan baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini telah diungkapkan oleh para peneliti olahraga dari Australia.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa efek negatif olahraga terlalu berat bagi kesehatan pencernaan bisa semakin parah apabila berolahraga atau berlari saat suhu tinggi. Selain mengungkapkan bahwa olahraga terlalu berat bisa merusak sel-sel usus, rupanya olahraga berat juga bisa menyebabkan kebocoran pada usus. Pada akhirnya toksin serta bakteri di usus akan mengalir dan berpindah ke darah. Tentunya hal ini bisa memicu berbagai macam penyakit dan tidak baik bagi kesehatan.

Olahraga yang berlebihan juga bisa membuat pengosongan lambung menjadi lebih lambat. Hal ini juga mengganggu penyerapan yang dilakukan oleh usus kecil. Jika Anda berolahraga atau berlari saat suhu panas juga akan semakin memperparah kondisi tersebut.

Tidak tanggung-tanggung bahkan selain masalah pada pencernaan, olahraga yang terlalu berat juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lainnya, seperti:

  • Kesehatan jantung yang terhambat
  • Otot sakit dan kelelahan
  • Pembengkakan sendi
  • Masalah tidur
  • Berpengaruh pada kekebalan tubuh
  • Sakit punggung
  • Kesehatan mental, dsb.

Jika Anda tidak ingin mengalami hal-hal tersebut di atas, maka lebih baik lakukan olahraga yang ringan sampai sedang dan tetap santai. Frekuensi olahraga yang ideal dalam seminggu hanyalah 150 menit, itu bisa Anda bagi per hari hanya dalam waktu beberapa menit saja, misalnya setengah jam yang dilakukan secara teratur selama satu minggu sehingga Anda tidak perlu sampai berjam-jam hanya untuk olahraga berat.

Lalu Berapa Lama Waktu Olahraga yang Baik Bagi Sistem Pencernaan?

Lebih baik menghindari aktivitas olahraga yang terlalu berat dengan jangka waktu yang terlalu panjang dan terus menerus. Dampak negatif olahraga terlalu berat pada sistem pencernaan di atas dapat dirasakan ketika Anda berolahraga dengan 60% kadar oksigen maksimum yang berlangsung terus menerus selama kurang lebih 2 jam. Meski Anda berada dalam kondisi fisik atau tubuh seperti apapun.

Pasien yang memiliki gangguan pencernaan juga sebaiknya menghindari olahraga terlalu berat kalau penyakitnya tidak ingin bertambah parah. Ada baiknya melakukan olahraga yang ringan atau sedang sehingga baik bagi pencernaan.

Olahraga-olahraga yang dapat memicu gangguan pada pencernaan antara lain seperti lari marathon dan triathlon. Kebanyakan mereka yang melakukan aktivitas olahraga berat seperti ini bisa mengalami berbagai macam gangguan pencernaan seperti merasa mual, ingin muntah, buang angin, sampai kram perut. Jadi, bagi Anda yang sudah mempunyai gangguan pada sistem pencernaan sebaiknya tidak melakukan olahraga berat semacam itu. Kalau ingin melakukannya bisa konsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Kalau Anda melakukan olahraga berat dan tiba-tiba mengalami gangguan pencernaan seperti merasa ingin muntah ataupun mual, lebih baik Anda langsung berhenti. Setelah itu cobalah untuk beristirahat sambil mengonsumsi cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Demikian informasi mengenai efek atau dampak negatif olahraga terlalu berat terhadap sistem pencernaan. Semoga bermanfaat.

Kesehatan Olahraga